Ilmu Berasal dari mana saja

Sabtu, 29 November 2014

Malala Yousafzai - The Girl Who Stood Up for Education and was Shot by the Taliban

          Sorey sorey pa golo rashey.... Da be nangai awaz de ra ma sha mayena
"Aku lebih suka menyambut tubuhmu yang sarat peluru dengan penuh hormat, Dari pada mendengar berita kepngecutanmu di medan perang" Bait syair tradisional Pashto.

          Malala adalah anak dari sebuah keluarga sederhana di daerah lembah Swat,Pakistan. Dia tinggal bersama ibu dan ayahnya beserta kedua adik laki-lakinya.  Nama Malala diberikan oleh ayahnya karena ayahnya terinspirasi dengan seorang pahlawan perempuan terbesar Afganistan yang bernama Malalai dari Maiwand.
           Di daerahnya hanya anak laki-laki yang di perbolehkan sekolah dan di tulis di dalam silsilah keluarga. Sedangkan bagi anak perempuan tidak diperbolehkan untuk sekolah dan hanya mengurusi rumah serta nama mereka tidak di cantumkan dalam silsilah keluarga. Namun tidak bagi Malala, dia adalah anak perempuan yang namanya ditulis dalam silsilah keluarganya. Ayah Malala yakin bahwa Malala bukanlah gadis biasa,dia istimewa, ada yang berbeda dari dalam dirinya. Hal itu terbukti saat Malala mulai dewasa, saat itu Malala adalah anak perempuan yang memperjuangkan kaum perempuan untuk tetap bersekolah. Dia bersekolah di SEKOLAH KHUSHAL yang didirikan oleh Ayahnya. Jarak rumah Malala ke sekolah hanyalah 5 menit , tetapi ibunya khawatir apabila Malala pergi sekolah dengan berjalan kaki sendirian, apalagi akhir-akhir itu keluarganya selalu mendapatkan ancaman karena Malala selalu berusaha mendapatkan hak perempuan untuk bersekolah dengan cara berbicara pada acara-acara televisi dan menentang orang-orang Taliban yang ingin menyembunyikannya. Mulai saat itu Malala pergi bersama teman-teman perempuannya yang lain menggunakan bus.
        Disaat Malala dan teman-temannya yang lain menaiki bus untuk menuju ke sekolah, busnya mendadak diberhentikan. Ada seseorang lelaki muda berjanggut yang melangkah ke jalanan dan menyuruh bus yang ditumpangi Malala dan teman-temannya untuk berhenti. 
      "Ini bus Sekolah Khushal?",tanya laki-laki muda itu kepada Usman Ali,sopir bus.
      "Ya",jawab Usman.
Ketika Usman dan laki-laki itu sedang berbicara, datanglah seorang laki-laki lain ke bagian belakang bus dengan menggunakan topi dan saputangan menutupi hidung serta mulutnya. Dia memasuki bus dan bertanya "Yang mana Malala?".
Tak ada seorangpun yang menjawabnya tetapi teman-teman Malala memandang Malala. Kemudian laki-laki itu mengangkat pistol dan menembak Malala sebanyak 3x. Tetapi Malala hanya terkena 1 tembakan di bagian rongga mata kiri dan keluar di atas bahunya,Malala terkulai menjatuhi Moniba dan darah keluar dari telinga kirinya. Sedangkan 2 peluru lainnya mengenai tangan kiri Shazia dan lengan kanan Kainat Riaz.
         Saat Malala tertembak,ia langsung di terbangkan dari Pakistan ke Inggris dalam keadaan tidak sadarkan diri untuk di operasi. Beberapa orang mengira bahwa Malala tidak akan selamat dengan keadaan yang seperti itu. Namun, Malala adalah sosok perempuan yang kuat,dia yakin bahwa dia bisa kembali. Dan akhirnya dia sadar dari komanya.
         Kini Malala menjadi aktivis pendidikan, Malala selalu berusaha memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan sampai saat ini. Dia mulai menulis buku-buku yang menginspirasi bahwa pendidikan itu penting dan tidak peduli perempuan maupun laki-laki. Malala telah mendapatkan Nobel Perdamaian 2014 saat berusia 17 tahun berkat usahanya mendapatkan hak anak-anak khususnya perempuan.

Itulah kisah Malala yang memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan di daerahnya.
Dia rela mati demi mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan. :)

Buku I am Malala
Karya Malala Yousafzai dan Christina Lamb
Diterbitkan oleh PT. Mizan Pustaka, Mei 2014

0 komentar:

Posting Komentar

Thank's

Social Profiles

Facebook Google Plus RSS Feed Email Path

Popular Posts

nayla. Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Naynay | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com